Tips Memilih Pakaian untuk Dibawa Berlibur

Kompas.com - 20/03/2013, 22:25 WIB

KOMPAS.com — Apakah Anda termasuk orang yang suka membeli baju baru untuk dibawa pergi berlibur? Jika ya, kiat wisata berikut cocok untuk Anda.

Urusan membawa pakaian saat berlibur keluar kota kadang membingungkan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang tak terlalu sering bepergian keluar kota.

Ada beberapa hal yang perlu Anda pastikan, terutama mengenai bahan pakaian yang akan Anda pakai saat berlibur. Sesuaikan dengan kondisi destinasi wisata Anda juga rencana perjalanan Anda.

Bahan pakaian. Gunakan pakaian yang cocok dengan kondisi destinasi wisata. Jika pantai atau daerah panas yang didatangi, pilih bahan pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat.

Sebaliknya, perhatikan pakaian yang perlu dibawa jika destinasi wisata yang didatangi adalah tempat dingin. Pakaian dari bahan wol sangat cocok untuk tempat-tempat dingin seperti pegunungan.

Namun, perhatikan ketebalan pakaian Anda, dan apakah akan sedingin itu di tempat berlibur Anda. Takutnya hanya membuat bagasi Anda kelebihan muatan.

Pakaian baru. Jika Anda membawa baju baru, maka pakailah terlebih dahulu sebelum membawanya berlibur. Dengan hal ini, Anda jadi bisa tahu, apakah baju baru Anda memang nyaman dipakai.

Anda pun bisa tahu apakah baju tersebut mudah lecek. Bisa jadi pakaian baru Anda malah hanya membuat kulit Anda gatal. Jika Anda membeli pakaian renang baru untuk berlibur di pantai, maka gunakan terlebih dahulu di kolam renang.

Hal sama Anda lakukan untuk baju seperti jaket dalam rangka berlibur ke tempat dingin. Serta, baju untuk mendaki maupun sekedar trekking.

Cuci baju. Bawa baju yang sudah dicuci terlebih dahulu. Terutama jika Anda membawa baju baru. Hal ini agar Anda benar-benar membawa baju yang masih bersih.

Selain itu, Anda jadi mengetahui apakah baju Anda mudah kering atau tidak. Jangan bawa baju yang susah kering, apalagi jika Anda berniat pergi lama dan harus mencuci di tempat Anda berlibur.

Beda halnya jika Anda berniat menggunakan laundry hotel yang tersedia, tetapi ingat biayanya akan lebih mahal. Bahan denim atau jeans termasuk bahan yang susah kering.

Pun jangan membawa baju yang mudah luntur. Warna merah adalah warna pakaian yang paling mudah luntur. Jika masih berminat membawa pakaian baru yang mudah luntur, cucilah terlebih dahulu sampai dua kali, sebelum digunakan.

Perlu bawa baju formal? Apakah Anda akan mengunjungi restoran fine dining di destinasi wisata yang Anda kunjungi ataupun tempat-tempat yang membutuhkan Anda mengenakan baju formal, seperti teater?

Maka bawalah baju resmi. Namun, pilih model yang sederhana dan ringkas, sehingga mudah dikemas dalam koper.

Pakaian yang mudah dilipat. Pilih baju yang tak mudah kusut. Coba setrika baju Anda, apakah mudah licin? Tentu Anda tak mau menghabiskan waktu berlibur hanya untuk menyetrika baju.

Pilih baju-baju dengan model sederhana yang mudah dilipat dan digulung, sehingga bisa dimuat dengan rapi dalam tas Anda.

Beli baju di tempat berlibur? Bisa saja, terutama jika Anda memang sudah niat membelinya sebagai kenangan liburan Anda.

Namun, ingat bahwa tidak setiap destinasi memiliki baju dengan ukuran Anda, apalagi jika Anda termasuk kecil atau besar. Jika ukuran Anda termasuk mudah dicari dan Anda senang berbelanja baju, maka tak perlu bawa baju terlalu banyak.

Di hari-hari terakhir, kenakan saja pakaian yang Anda beli di tempat berlibur dan sebenarnya Anda maksudkan untuk cendera mata tersebut. Tentu jangan pakai baju yang Anda beli untuk oleh-oleh bagi kerabat atau teman.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau